Rabu, 31 Maret 2010

Bagaimana Cara Menulis Cepat

Selain menulis blog di Internet, pasti kamu juga mempunyai kegiatan lain di dunia nyata seperti: bekerja, kumpul dengan teman dan keluarga, dan lain-lain.

Namun dengan waktu yang terbatas, bagaimana kamu tetap melakukan itu semua setiap hari?
Ada beberapa pilihan jawaban untukmu:
1. Kamu mulai tuk tidak tidur
2. Mengurangi waktu dengan keluarga dan teman
3. Atau kamu berusaha untuk menulis dengan cepat
Jika kamu memilih nomor 3 dan ingin tahu bagaimana caranya, teruslah membaca artikel ini.
Aku mulai terbiasa menulis cepat sejak bekerja menjadi reporter koran karena pekerjaan itu mengharuskan aku untuk bekerja dengan deadline yang singkat. Sehingga dalam 10 menit aku bisa menuliskan hingga 800 kata.
Dengan semua itu, aku mengetik sekitar 5000 sampai 10000 kata perminggu dan menghabiskan 6 sampai 7 jam sehari untuk menulis. Dan seiring dengan itu akupun mengembangkan 6 langkah tentang cara menulis cepat.

Langkah 1, Sebelum kamu menulis, bayangkan kalimatnya diotakmu. Setelah kamu selesai dengan satu artikel, rencanakan artikel yang akan ditulis selanjutnya dan pikirkan selagi kamu melakukan kegiatan lain.

Langkah 2, Pilih kata kunci yang berhubungan dengan artikel yang akan kamu tulis. Ada beberapa format kata kunci yang sering dipakai yaitu:

* Q&A : Orang lain memberikan pertanyaan kepadamu dan kamu menjawabnya.
* Tips: Memulai dengan beberapa paragraf dan daftar tips. Tulisan ini mengikuti format ini dengan kata "tips" dan "langkah".
* Pengalaman: Menulis artikel berdasarkan pengalaman yang terjadi.
* Daftar: Menuliskan daftar suatu website, buku, atau tokoh yang hebat.
* Kuis: Memberikan beberapa pertanyaan kepada pembaca dan menyimpulkan hasilnya.

Banyak format lain selain diatas, namun kunci untuk menulis dengan cepat adalah mengunakan format yang ada dan menyempurnakannya.

Langkah 3, Mulailah menulis sekarang. Mulailah menulis saat ini juga dan jangan berhenti hingga tidak ada lagi kata yang tersisa didalam otakmu, jangan pedulikan aturan tata bahasa karena bisa membuatmu lupa dengan semua yang telah kamu pikirkan.

Sisipkan catatan kecil dalam tulisanmu sehingga kamu bisa menggantinya setelah selesai menulis. Misalnya: 'periksa ejaan nama', 'cari URL', atau 'kata yang ingin kutulis'.

Langkah 4, Setelah menulis artikel bacalah ulang dari awal hingga akhir. Lengkapi kalimat yang sebelumnya kamu tulis sebagai catatan kecil.

Langkah 5, Baca ulang dengan mengucapkannya hingga kamu bisa membetulkan kata-kata yang terdengar tidak lazim.

Langkah 6, Selesailah langkah kamu menulis artikel dan siap utuk diposting.

Cara menulis cepat ini menurutku berhubungan dengan dengan Batch Processing ala Darren Rowse. Sehingga dengan menggabungkan kedua metode itu kita tetap rutin menulis blog dan juga melakukan banyak hal di di dunia nyata.

Artikel terjemahan diatas adalah ikhtisar sehingga tidak semua kata atau kalimat terjemahkan diatas. Silahkan baca artikel lengkap How to Write Fast di problogger.net yang ditulis oleh Alisa Bowman.
sumber: www.agungcahyadi.co.cc

Menulis Tanpa Berguru

Seorang teman yang sedang chating dengan saya bertanya, kog menulisnya begitu cepat. Mungkin ketika menulis dia heran, tiba-tiba tulisan baru muncul di www.webersis.com. Wajar dia bingung. Bagi saya biasa-biasa saja, sebab sambil chating menulis. Tulisan ini saya tulis disela chating dengannya dan Dr. Jumadi. Chating sebagai selingan seperti lagu Mercys yang mengalun dari komputer.


Pertanyaannya, kenapa bisa menulis cepat? Jawabannya karena menulis dengan efisien, tidak membeban, dan tidak dijadikan sesuatu yang sulit. Dalam psikolog ini namanya self image. Dalam pikiran sudah mapan tertancap prinsip, menulis itu mudah. Itu yang pertama.

Kedua, bukan sombong. Menurut pengakuannya, kepada mahasiswanya Daud Pamungkas berceramah, kenapa Ersis begitu cepat menulis? Sangat produktif. Karena, banyak membaca. Saya memang suka membaca sejak kecil. Investasi bacaan cukup memadai. Ini bukan dimaksdukan untuk riya, untuk pamer. Ini hal sesungguhnya. Tapi, masih banyak orang yang lebih banyak membaca dari saya lho.

Kesemua itu bukan tanpa pengorbanan. Membeli buku dijadikan prioritas. Sampai sepuluh tahun kawin belum pernah membelikan baju isteri, tapi kalau ke toko buku, isi kantong bisa langsung kempes. Saya punya beberapa ribu buku yang siap dicumbui manakal mau. Saya punya perpustakaan pribadi.

Ketiga, kedua saya mengajar mata kuliah Kurikulum (perencanaan), Antropologi, Metode Penelitian, dan Karya Ilmiah. Gelutan tugas profesional mengajarkan dan membiasakan mengamati apa saja yang dilihat, dirasakan, dan bahkan dianalisis pada tingkat sederhana di otak. Kesemua mata kuliah tersebut berujung ke penulisan.

Harap dicatat, saya menerbitkan Bandjarbaroe Post dan UnlamView dan sebagainya. Saya wartawan yang bergelut dengan kebasaan menulis (cepat). Meneliti berbagai hal bekerja sama dengan institusi pemerintah dan beberapa perusahaan. Dengan kata lain, investasi informasi cukup memadai. Jelas memudahkan menulis karena entry behaviore memang mendukung.

Keempat, sekali lagi mohon maaf, bukan dimaksudkan untuk bersombong-sombong, komputer sebagai alat menulis saya siapkan cukup changgih. Dengan HD 200 GB, memory 2 GB dan spesifikasi sepadan, memudahkan dan menyamankan menulis. Saya tidak mau terganggu dengan kendala-kendala alat.

Dengan kata lain, sembari menulis men dengar musik, nonton bola, dan chating. Hal mendasar dibalik kesemua itu adalah keberlangsungan menulis jangan sampai mengalami involusi gara-gara apa saja. Karena itu saya hampir tidak pernah kekurangan ide atau dihantam kendala alat.

Sok IT Minded
Ada sedikit cerita. Ketika ke Singapura dan Malaysia tidak melihat orang-orang pakai HP canggih. Saya yang anak dusun berNokia 9500. Saya sempat dengar Nokia akan melaunching produk terbaru di Indonesia. Kenapa di Indonesia? Karena Indonesia adalah pasar tebesar untuk produk canggih dan mahal. Di Singapura saja orang memakai HP ala kadarnya.

Saya malu pada diri sendiri. Tapi, kalau membawa notebook (latop) agak keberatan dan tidak suka membawa beban kemana-mana. Membawa pulpen saja hampir tidak pernah. Kalau kopi darat lalu melihat saya bawa pulpen, itu termasuk kejadian sangat langka di dunia. Nah, Si Nokia 9500 kan juga komputer kecil.

Kalau lagi di acara, ketika orang bicara hebat-hebat, memperlihatkan kehebatan dengan berbicara, biasanya menulis. Kalau nanti memiliki komputer jinjing kecil, akan memakai HP sederhana yang fungsional untuk berkomikasi.

Peralatan IT adalah sarana memudahkan kita menulis, dan menulis cepat. Dengan kata lain, disamping software hardware juga lebih baik mendukung. Kalau tidak mau ya jadi tukang omong saja sebab itu tidak perlu biaya he he.
Menulis itu memang mudah, semuda menulis cepat. Mana tahu nanti sampeyan lebih cepat menulis dengan satu syarat, menulis dan terus menulis.
sumber: Ersis Warmansyah Abbas/www.webersis.com

Trik Menulis Cepat

Kalau sudah kadung ketagihan nulis di Wikimu, sesibuk apapun kita disempat-sempain juga buat nulis. Namun seringkali tensi kerjaan dan keterbatasan waktu luang untuk menulis di Wikimu, sejumput waktu pun terasa sangat berharga. Tapi sehari tidak menyempatkan diri untuk menulis, rasanya ada yang kurang di dalam hati ini. Kadang ketika ada waktu untuk menulis, tiba-tiba pikiran hang terus gak bisa mikir. Ya ujung-ujungnya ya tetap gak bisa nulis juga. Ini yang sering bikin kita kesal.


Mungkin dari saya ada sedikit trik buat para penulis Wikimu yang amat sangat sibuk, namun nafsu menulisnya sangat besar. Saya katakan ini sebagai trik karena memang lebih merupakan langkah-langkah praktis saja. Setiap penulis tentu punya cara tersendiri untuk menulis, dan itu tidak bisa kita paksakan. Di sini saya hanya mencoba 'memotong kompas' teknik penulisan tanpa harus mengubah gaya dan karakter menulis Anda. Terus terang trik ini saya dapatkan secara otodidak sewaktu saya ditugaskan oleh atasan membuat Keynote Speech untuk Menteri. Dan seringkali tidak hanya satu atau dua kerjaan saja. Tapi bisa lebih dari tiga kerjaan dalam satu hari. Nah, dari sinilah saya menemukan trik ini.

Oke, tanpa membuang waktu, saya akan jelaskan langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan agar secuil waktu yang kita punya bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya:

1. Tentukan Tema Tulisan. Ini langkah yang penting. Kalau sejak awal kita tidak bisa menentukan tema yang akan ditulis, maka sangat sulit untuk memulai. Cara mengatasinya sebenarnya banyak, namun saya seringkali menggunakan Bank Tema. Bank Tema? Yup, semacam kumpulan tema-tema yang kita simpan, entah di laptop kita, di buku notes kita, atau hanya di selembar kertas kecil saja. Cara ini sering saya pakai untuk mengumpulkan ide-ide yang muncul tiba-tiba di otak, atau ketika melihat sesuatu yang menarik untuk diangkat sebagai tulisan. Ide-ide atau hal-hal menarik itu selekasnya kita catat. Maka jadilah Bank Tema. So, kita tidak akan kehabisan tema. Cukup dengan melihat catatan Bank Tema kita, tentukan yang mana, terus langsung deh kita menulis.
2. Manfaatkan Internet. Bagi saya internet itu ibarat samudra informasi yang sangat luas. Data macam apapun bisa didapatkan, asalkan tahu caranya. Memanfaatkan search engine sangat membantu pencarian data atau informasi yang kita butuhkan dan sangat cepat hasilnya. Namun kelemahannya, seringkali temuan datanya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, bahkan terlalu umum dan sangat banyak. Kondisi ini tentu membutuhkan waktu, padahal kita tidak memiliki banyak waktu. Untuk itu saya sarankan gunakan situs-situs yang lebih tepat sasaran seperti http://www.wikipedia.org/ atau wikipedia versi Indonesia di http://id.wikipedia.org/. Jangan lupa juga Anda menyiapkan sejak awal situs-situs yang Anda anggap cukup bisa diandalkan untuk tema-tema tertentu. Misalnya, bila Anda ingin menulis tentang kesehatan, sejak awal Anda cari situs-situs kesehatan yang sudah Anda tentukan sebelumnya, sehingga tidak perlu lagi susah-susah mencari di search engine. Jadi bisa lebih menghemat waktu menulis Anda.
3. Bermainlah dengan Copy Paste. Inilah kuncinya menulis cepat. Mungkin sebagian dari kita berpendapat kalau teknik ini mengandung unsur plagiat dan merusak seni menulis. Saya sangat setuju dengan pendapat itu. Teknik ini memang cenderung mendorong orang untuk melakukan plagiat tulisan. Namun mengambil atau mengutip tulisan pihak lain bukanlah suatu kejahatan. Bahkan dalam jurnal-jurnal ilmiah, teknik mengutip sangat dianjurkan. Kuncinya adalah selalu dengan jujur dan terbuka mencantumkan sumber yang kita kutip atau kita ambil. Dengan begitu tulisan Anda tidak akan dicap plagiat. Namun dalam suatu tulisan, jangan sering-sering melakukan teknik Copy Paste karena tulisan Anda cenderung tidak akan orisinil. Copy Paste seperlunya dan kembangkan gaya penulisan sendiri.
4. Selalu Cek dan Ricek. Menulis dengan cepat seringkali memiliki tingkat kesalahan yang tinggi ketimbang dengan menulis normal. Maka apabila tulisan Anda sudah selesai, cek kembali apa yang telah Anda tulis. Minimal dua kali. Teknisnya begini, untuk pemeriksaan pertama, cek spelling tulisan Anda, apakah ada yang salah ketik, atau penulisan kata asing yang ngawur, tanda baca yang kurang atau salah, bahkan beberapa kata yang hilang tiba-tiba karena saking cepatnya fikiran Anda memproduksi tulisan sehingga ada miss satu dua kata. Lalu setelah beres, pemeriksaan kedua, cek tulisan Anda apakah cukup nyambung antar kalimat dan antar alinea atau tidak, jangan lupa cek judulnya, apakah cukup nyantol dengan tulisan dibawahnya atau tidak.
5. Gunakan Trik Ini Seperlunya. Saya menyarankan carilah waktu yang cukup untuk menulis karena menulis adalah suatu proses pengembangan diri. Perlu waktu dan pemikiran yang cukup matang untuk memproduksi sebuah tulisan. Trik ini hanya digunakan apabila Anda sudah kebeles pipit pengen nulis di Wikimu, namun tidak punya cukup waktu.
sumber: www.wikimu.com

JURUS JITU MENULIS BUKU UNTUK ORANG SIBUK

"Kalau ada seseorang yang ingin menulis dengan gaya yang jelas, lebih dulu dia harus jelas dalam pemikirannya." J.W. von Goethe(Pengarang Jerman)

Ini jurus terpenting bagi para penyibuk yang sedang menggarap sebuah buku. Jika anda sedang mengalir, jangan pernah berhenti! Jika ide sudah tergambar di kepala, segeralah tulis dengan cepat sampai aliran ide itu habis tuntas. Pertahankan semangat, irama antusiasme menulis, dan jangan pernah menyimpan aliran ide untuk ditulis kemudian. Ini tidak bisa ditawar-tawar lagi. Mengapa?

Alasannya, jika sudah mulai menulis, berarti anda berperang dengan waktu yang sedemikian terbatas. Akan lebih menguntungkan jika anda mengefektifkan waktu yang tersedia sekalipun itu sangat pendek, dibanding misalnya anda menunda menulis demi menunggu datangnya waktu yang lebih longgar. Penantian ini sia-sia! Ide-ide lama akan segera terlindas oleh ide-ide baru yang lebih memikat, dan apa yang ingin anda tulis sebelumnya hanya tinggal seonggok ide usang. Mengapa usang? Bisa jadi dalam waktu yang tidak terlalu lama anda menemukan buku dengan tema serupa dengan ide anda, namun ditulis oleh pengarang lainnya.

Yang namanya mood sering berubah-ubah dalam tempo yang sangat cepat. Ayu Utami, novelis yang melejit dengan novelnya Saman, tegas-tegas menyatakan, mood harus didisplinkan, dijaga, dan dibangun. Novelis yang sebelumnya adalah seorang wartawawati ini mengaku bisa membangun mood-nya saat pagi atau malam hari. Nah, apakah waktu-waktu senggang anda yang sedikit memungkinkan pembangkitan mood seperti itu? Anda harus menemukan dan membangkitkan sendiri.

Seperti saya singgung di artikel sebelumnya, buku pertama saya Kontekstualisasi Ajaran I Ching yang tebalnya 205 halaman lebih itu berhasil saya selesaikan draft-nya hanya dalam waktu 36 hari. Memang, pemolesannya makan waktu hampir setengah bulan mengingat saya lebih percaya diri mengajukan naskah ke penerbit dengan kesalahan redaksional sesedikit mungkin. Belajar dari pengalaman inilah saya benar-benar menekankan arti penting menulis cepat saat anda berhasil mendapatkan kondisi flow. Kondisi mengalir ini benar-benar berharga!
http://www.pembelajar.com

Selasa, 16 Maret 2010

TEHNIK MENULIS ARTIKEL

Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Itu sebabnya, jika Anda tertarik untuk terjun ke dunia kepenulisan, syarat utamanya adalah harus merajinkan dan membiasakan diri untuk membaca. Membaca apa saja yang bisa dibaca. Insya Allah, dengan banyak membaca akan sangat menumpuk ide yang bisa dijadikan sebagai bahan tulisan. Khusus dalam pembahasan ini (dan yang paling sering ditulis) adalah menulis artikel.


Artikel sendiri bisa berarti karya tulis seperti berita atau esai. Esai adalah karangan prosa (bukan menggunakan kaidah puisi) yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Itu sebabnya, artikel di media massa itu bertaburan data-data teknis, tapi lebih ke arah pemaparan sepintas lalu dan itu murni pendapat pribadi penulisnya setelah membaca pendapat lain dari begitu banyak karya yang telah dibacanya. Nah, bagaimana memulainya? Ada beberapa tips sederhana yang bisa dicoba:

Memilih topik
Memilih topik sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Hanya saja, bagi penulis pemula memilih topik sama beratnya dengan membuat judul atau isi tulisan. Padahal, tema atau topik yang bisa diangkat menjadi tulisan begitu banyak dan mudah kita dapatnya. Coba cari yang dekat dengan kita deh. Tanya teman kanan-kiri, nguping dari sana-sini. Atau bisa juga baca koran pagi ini, cari berita yang menarik. Setelah dapat, Anda bisa menulis ulang dengan sudut pandang Anda. Misalnya, judul berita yang Anda ambil adalah perilaku seks bebas remaja. Setelah baca berita itu, dari mulai fakta dan arahnya ke mana, Anda bisa bikin ulang dengan pengembangan yang Anda suka, dengan cara Anda sendiri. Anggap saja misalnya Anda sebagai wartawan yang menyelidiki kasus itu. Andi bisa ubah dengan versi baru tentang penyelidikan kasus seks bebas di kalangan remaja. Sebagai latihan aja kan? Mungkin kok. Coba deh!

Meski demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih topik:

1) Cari yang sedang menjadi tren.
2) Atau bisa juga kita menciptakan tren.
3) Pilih yang dekat dengan kebanyakan sasaran pembaca kita.

4) Hindari topik yang tidak kita kuasai atau menimbulkan polemik yang tak perlu.

5) Biasakan berlatih mengikuti peristiwa yang berkembang untuk bahan tulisan.

Membuat kerangka tulisan
Ada baiknya memang membuat kerangka tulisan. Dalam bahasa kerennya, Anda perlu membuat outline. Alasannya, kerangka tulisan berguna untuk membatasi apa yang harus kita tulis. Ibarat Pak Tani yang akan menggarap sawah, ia harus menentukan batas garapannya. Supaya tak melebar kemana-mana, apalagi sampe ngambil jatah orang.
Dengan membuat kerangka tulisan, kita akan mudah untuk menentukan maksud dan arah tulisan. Bahkan kita juga bisa berhemat dengan kata-kata, termasuk pandai memilih kosa kata yang pas untuk alur tulisan kita. Beberapa panduan untuk membuat kerangka tulisan:

1) Paparkan fakta-fakta seputar tema yang akan kita bahas.

2) Lakukan penilaian atas fakta-fakta itu. Sudut pandang rasional dan syariat.

3) Kumpulkan bahan-bahan pendukung argumentasi kita.

4) Kesimpulan.
Menabung kosa kata
Untuk menjadi penulis, bolehlah kita mencoba untuk menabung kosa kata. Mengumpulkan setiap hari lima saja. Maka dalam sebulan kita punya tabungan kosa kata sekitar 150 buah. Banyak bukan? Kosa kata itu cukup untuk memoles tulisan yang kita buat. Sebab, menulis adalah keterampilan mengolah data-data dalam suatu rangkaian kata. Ibarat kita mau membangun rumah, batu-bata sudah siap, semen dan pasir udah banyak, batu untuk pondasi udah menumpuk. Begitupun dengan kayu, bambu, cat, keramik dan genteng, sampe yang pernik-pernik seperti paku dan instalasi listrik semua udah lengkap.
Perlu keahlian khusus tentunya untuk merangkai semua itu jadi sebuah rumah. Menata batu untuk pondasi, memasang batu-bata dan merekatkannya dengan campuran semen, kapur, dan pasir. Memasang kayu-kayu untuk jendela dan pintu. Tembok yang sudah jadi, perlu dilapisi dempul sebelum akhirnya dicat dengan warna kesukaan kita. Menyusun genteng untuk menutupi atap rumah kita. Sampe rumah itu jadi dan enak dipandang mata. Mengasyikan tentunya.

Buatlah judul yang menarik
Pembaca akan mudah tertarik untuk membaca sebuah tulisan, jika judulnya juga menarik. Anggap saja judul itu sebagai pancingan. Itu sebabnya, boleh dibilang membuat judul perlu ‘keterampilan’ khusus. Tapi jangan kaget dulu, kita bisa belajar untuk membuatnya. Hanya perlu waktu dan sedikit kerja keras dan kerja cerdas untuk terus berlatih. Yakin bisa deh.

Sebagai latihan awal, cobalah Anda sering membaca tulisan orang lain. Kalau Anda mau, coba baca majalah-majalah ibu kota yang oke mengolah kata dalam membuat judul (misalnya TEMPO, GATRA, GAMMA, dan KONTAN). Perhatikan judul-judul tulisannya. Makin banyak Anda membaca judul tulisan-tulisan tersebut, kian terasah imajinasi Anda untuk membuat judul yang menarik hasil kreasi Anda sendiri. Terus terang saya juga banyak menggali ide untuk membuat judul dari majalah-majalah tersebut (selain banyak juga dari buku-buku dan majalah lainnya).

Untuk jenis tulisan yang ngepop, buatlah judul yang pendek. Paling tidak dua sampai empat kata. Jangan sampe panjang seperti rangkaian kereta api (ini cocoknya untuk skripsi). Sebab, jika judul yang kita buat panjang--padahal tulisan ngepop--membuat orang tak tertarik untuk membacanya. Mungkin akan dilewati aja tulisan Anda tersebut. Padahal, boleh jadi isinya sangat menarik.

Judul yang menarik, tidak saja membuat orang penasaran untuk membaca tulisan Anda, tapi juga menunjukkan kelihaian kamu dalam mengolah kata-kata.

Pastikan membuat subjudul
Subjudul amat menolong kita untuk menggolongkan dan membatasi pembahasan dalam sebuah tulisan jenis artikel dan berita. Pembaca pun dibuat mudah membaca alur tulisan yang kita rangkai. Sehingga mereka terus bertahan untuk mengikuti tulisan kita sampai habis. Mereka juga akan sangat terbantu memahami apa yang kita tulis. Itu sebabnya, sub-judul menjadi begitu penting dalam sebuah tulisan.

Subjudul dalam sebuah tulisan, juga berfungsi untuk menghilangkan kejenuhan dalam membaca. Kita juga jadi ada nafas baru untuk menyegarkan kembali tulisan yang akan kita buat. Jadi, berlatihlah untuk membagi alur dengan tanpa memenggal rangkaian dari inti tulisan kita. Itu sebabnya, membuat subjudul adalah solusi paling jitu untuk membagi alur.

Lead menggoda
Lead, alias teras berita adalah sebuah tulisan pembuka yang menjadi titik penting bagi pembaca. Lead yang menarik, sangat boleh jadi akan merangsang pembaca untuk terus membaca isi berita atau artikel yang kita buat. Jika lead-nya kurang menarik, pembaca akan mengucapkan “wassalam” saja. Mereka merasa cukup membaca sebatas judul, atau satu kalimat atau alinea di depan yang tak menarik itu. Jadi, perlu mendapat perhatian juga supaya tulisan yang kita buat mampu menggoda pembaca untuk melanjutkan bacaannya. Boleh dibilang selain judul, lead adalah jajanan yang ‘wajib’ memikat hati pembaca. Itu sebabnya, lead menjadi begitu penting, meski tidak pokok tentunya.
sumber: djoes.blogspot.com